Tennis in Malaysia, what in Japan?

Mungkin sekedar bercanda saja dengan istri, saya bilang: “di Malaysia, kakak punya hobi baru yaitu Tennis, karena ada kawan yang ajari kakak main Tennis, dan dia Malaysian (Orang Malaysia asli). Lalu, di Jepang? Kakak punya kawan Japanese (Orang Jepang asli), dan dia ajari kakak main cycling (road bike), dan akhirnya kakak punya hobi baru di negara yang baru kakak datangi ini, yakni cycling”. Lucu sebenarnya kalau kita hanya memandang tentang hobi baru di tempat baru. Tapi dibalik itu, ada sesuatu yang menarik.

Kedekatan kita dengan orang asli (orang tempatan) adalah sangat-sangat membahagiakan bagi kita yang bisa mendapatkan itu. Tapi sebagian orang mereka merasa kesulitan untuk medapatkan kedekatan dengan orang tempatan. Jelas, kita harus memposisikan diri sebaik mungkin untuk bisa menjadi “best friend of him/her”. Untuk bisa memposisikan dan menjadikan diri kita best friend pun susah-susah gampang. Perlu sedikit lobi, sedikit ikuti kebiasaan mereka, sedikit cari tahu tentang kesukaan mereka, dll. Dan ilmu ini jelas tidak didapatkan di bangku sekolah. Kalaupun ada, tidak ada dalam silabus. Kita butuh kemampuan softskill yang itu bisa kita dapatkan dari luar sekolah, semisal organisasi, komunitas, klub hobi, dll. Jadi jangan paksakan dunia kita (waktu kecil) hanya di sekolah dan (waktu besar) hanya di kantor.

Sekarang bicara tentang cycling, cycling di Jepang sangat direkomendasikan, jelas, karena jalan di sini bagus-bagus dan memiliki SIM kendaraan bermotor (mobil) sedikit rumit. Kemudian orang sini juga sudah sangat biasa mengendarai sepeda dari satu tempat ke tempat lain. Jadi jangan heran kalau setiap rumah pasti (hampir 100%) ada sepeda di parkiran mereka. Kemudian tentang road bike, adalah salah satu jenis sepeda yang biasa digunakan untuk jarak jauh, sangat ringan, dan sangat nyaman untuk dibawa ke tempat yang cukup jauh. Dilain sisi, otot kaki yang digunakan untuk mengayuh road bike adalah otot kaki yang paling besar (butuh sitasi), jadi memang butuh banyak kalori untuk olahraga ini, dengan catatan jarak yang jauh, kalau jarak 3 kilo tidaklah begitu banyak kalori yang dikeluarkan.

Kemudian, dari website Polygon, ini adalah keuntungan dari bersepeda:
1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung karena bersepeda dapat memperlancar sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
2. Menjaga berat badan.
3. Menjaga tingkat kolesterol dalam darah.
4. Menghindari dan mengatur tekanan darah yang tinggi.
5. Mencegah keropos tulang.
6. Meningkatkan kebugaran dan tenaga.
7. Membantu menghindari stres.
8. Meredakan tekanan atau otot-otot yang tegang.
9. Membantu kualitas tidur.
10. Membantu meningkatkan kepercayaan diri dan sikap optimis.
11. Merupakan salah satu kesempatan untuk mempererat hubungan sosialisasi, baik dengan keluarga maupun dengan kerabat.

Terima kasih. Salam dari Osaka, Jepang. 🙂

 

Taken by: Sugi san

Advertisements

Diskusi PCIM Jepang: Kedudukan Agama dan Sains dalam Islam

Istilah ilmu berasal dari bahasa Arab (‘alima-ya ‘lamu- ‘ilman): dia telah tahu-dia tahu-pengetahuan.
Sains (science), bahasa latin scio (saya tahu/ I know), scientia (pengetahuan/knowledge) atau scire (mengetahui/to know): pengetahuan atau mengetahui.
Jadi pada dasarnya secara bahasa ‘sains’ merupakan padanan kata terhadap ‘ilm/’ulum.

Sesuatu disebut pengetahuan jika ia diyakini benar, keyakinan tersebut harus dibuktikan dengan penalaran (logis) atau memiliki alas am (justifikasi) yang dapat membuktikan.
Sehingga tidak setiap keyakinan itu pengetahuan, keyakinan dapat saja keliru, jika tidak dapat dibuktikan dengan penalaran yang sesuai (logis).

Karena arus Barat yang begitu mendominasi hari ini, dimana sains bisa dianggap sebagai satu-satunya ilmu yang paling absah dan ilmiah, sehingga menepikan derajat keilmuan lain seperti ilmu agama dan filsafat.

Faktanya juga hari ini lebih banyak orang lebih mengutamakan pendidikan sains dari pada ilmu agama itu sendiri. Dominasi sains (menutur Barat) sadar atau tidak sadar sudah hadir dalam masyarakat kita.

Dalam pandangan Islam, ilmu (sains) bukan seperti masyarakat Barat, namun ia mencakup seluruh pengetahuan yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Continue reading “Diskusi PCIM Jepang: Kedudukan Agama dan Sains dalam Islam”

Hujan Salju (Osaka)

Photo by: me (@MiftahFariedS)

Mungkin cerita special buat kita sebagai orang yang tinggal di negara tropis kalau bisa merasakan hujan salju. Jelas karena hujan salju hanya akan terjadi di negara yang beriklim sub-tropis, memiliki 4 musim dalam 12 bulan.

Suatu kesempatan yang sangat disyukuri bisa merasakan hidup di Jepang dan pastinya juga merasakan musim dingin (winter). Pada musim inilah salju bisa hadir karena sangat rendahnya suhu udara lingkungan. Kalau di Osaka bisa sekitaran -4 hingga 5 derajat, sangat variatif sekali tiap hari nya. Namun dengan suhu yang seperti itu, seperti dalam lemari es, jelas kita akan sangat merasakan dingin, sehingga pakaian tebal (jakel) adalah pakaian wajib yang perlu digunakan.

Disatu sisi, hujan salju adalah fenomena alam yang biasa terjadi karena dinginnya suhu udara. Dan ini akan sangat menggembirakan buat kita (Indonesian) untuk merasakan peristiwa itu. Coba lihat saja gambar di atas, bagaimana tumpukan salju berada dipermukaan jalan. Menarik bukan? Iya buat kita (saya), tapi buat orang Jepang sendiri bagi mereka adalah biasa, dan tidak begitu spesial, karena mereka sudah terbiasa hampir setiap tahun.

Namun, disatu sisi, sebenarnya cukup menyakitkan juga musim dingin. Karena kalau kita tidak tahan, maka badan bisa benar-benar selalu merasa kedinginan, meski ada pemanas, AC (pemanas), dan semacamnya. Jadi kalau mau direnungkan lebih jauh, sepatutnya kita bersyukur dengan Indonesia kita karena kita tidak perlu susah menyiapkan jaket tebal, pemanas, dan merasa kedinginan; karena kita tidak punya musim dingin.

Hal lain adalah, “mungkin”, negara-negara yang memiliki musim dingin cukup konsen dalam mengurusi rakyat nya, karena kalau tidak, jelas musim dingin akan banyak memakan korban karena suhu cuaca yang menyakitkan badan. Berbeda dengan kita, pemerintah kita tidak perlu susah-susah memikirkan suhu dingin (karena tidak ada), sampai akhirnya rakyat kita dicuekkan dengan tidak mendapatkan kesejahteraan yang baik. Namun semoga kedepannya tidak alias bisa lebih baik.

Manfaat Lari/Jogging: “Ibu dari Olahraga”

Merujuk kembali bagaimana Jogging bermanfaat buat kita:
https://manfaat.co.id/20-manfaat-jogging-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental

Jogging bisa disebut aktivitas lari kecil yang umumnya memiliki tujuan untuk menjaga kesehatan kita. Banyak orang yang mengistilahkan jogging sama dengan lari santai. Namun jogging berbeda dengan aktivitas lari. Dr. George Sheehan yang merupakan pakar di bidang jogging mendefinisikan jogging adalah aktivitas berlari dengan kecepatan di bawah 6 mil/jam atau sekitar 9,7 km/jam. Di luar kecepatan itu bisa disebut lari.

Kini jogging sudah seperti menjadi kebutuhan primer bagi manusia. Berbagai manfaat bisa di dapatkan ketika melakukan aktivitas ini, salah satunya adalah:
(1) Untuk Kesehatan Jantung 
Dari hasil studi menemukan bahwa jika kita berlari setidaknya 16 km dalam seminggu akan mengurangi resiko gangguan tekanan darah. Selain itu akan membuat kolesterol tidak terendap terlalu lama dalam pembuluh darah. Hal tersebut baik untuk menjaga kebugaran jantung.

Taken from: here

Aksi Bela Palestine @Osaka, Japan 17/12/17

From Yasir (Osaka, Japan) 

Cerita bermula dengan ajakan kawan di grup yang agak sedikit kecewa karena banyak diantara kita yang tidak merespon. Bukan kenapa, jelas karena saya disibukkan dengan aktivitas lab dari pagi sampai malam dari senin sampai jumat dan kadang sabtu. Namun ketika mendekati hari H pelaksanaan aksi, dapat kabar kalau acara aksi di Osaka dilaksanakan hari Ahad. Alhamdulilllah, insha Allah hadir.

Aksi ini bukan aksi pada umumnya, jelas karena pernyataan Trump: mau memindah Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Dan banyak aksi-aksi lain di seluruh penjuru dunia. Padahal dunia sudah tahu bahwa Jerusalem adalah kota tua yang masih dalam status quo PBB. Dan kita tahu juga bahwa Yahudi Israel menduduki tanah Palestine dan mengakui bahwa itu adalah tanah mereka sampai membuat negara sendiri, negara Israel. Panjang sejarahnya, dan PBB sudah berbuat namun tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik bagi Palestine. Negara Palestine tahun demi tahun berkurang dan negara Israel tahun demi tahun bertambah. Aneh bukan?

Kalau hanya bicara soal Islam mungkin tidak cukup, tapi juga bicara tentang kemanusiaan, bagaimana terisolasi-nya Palestine dari dunia luar. Luar biasa sekali perjuangan mereka, Allah telah memberikan cobaan kepada mereka melampaui dari apa yang kita bayangkan. Tanpa pekerjaan tatap, jelas tanpa pendapatan tetap; tanpa internet untuk akses kabar dari luar; tanpa listrik yang lama, terutama pada musim dingin; tanpa air bersih; tanpa makanan yang cukup, makan apa adanya; tanpa medis yang canggih; dan yang jelas dengan tembok tinggi yang memisahkan 2 negara itu. Apa ada negara selain 2 negara itu yang punya tembok setinggi dan setebal mereka?

Teruslah kita sadar dan update tentang saudara kita di Palestine, mungkin ini tanda akhir zaman yang Allah siapkan untuk generasi kita. Siapa tahu kita adalah mujahid yang siap membantu perjuangan Islam pada masa ini.
Terakhir, alhamdulillah bisa bersilaturahim dalam aksi itu dengan teman-teman dari Kanazawa. Banyak cerita dan salah satunya cerita tentang PCIM Jepang (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah).

Terima kasih.